Sejarah

By 154n ICP 07 Apr 2014, 13:10:57 WIB

Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ulum Bojonegoro, sesuai dengan pengembangan program pembelajarannya, maka dibuatlah program kelas internasional atau secara lazim disebut dengan international class program. Dalam hal tersebut bekerja sama dengan UPTSL (Unit Pelaksana Teknis Sekolah Laboratorium) Universitas Negeri Malang, yang MOU / kerja samanya ditanda tangani pada tahun 2008 lalu. Adapun kerja sama ini dalam bidang pengelolaan program pembelajaran, terutama yang menyangkut bidang mata pelajaran; Sains, Math, dan Eanglish. Jalinan kerja sama ini juga terhubung langsung dengan Cambridge University, Inggris. Jadi seluruh siswa yang tergabung dalam MI (ICP) Nurul Ulum Bojonegoro ini nantinya akan mengikuti ujian langsung yang diselenggarakan pihak Cambridge University sebagai tes internasional dan ke Universitas Negeri Malang sebagai tes sentral. Terkait kerja sama ini lembaga pendidikan Nurul Ulum Bojonegoro dituntut komitmen, dan profesionalitasnya dalam pengelolaan proses pembelajarannya. Secara teknis pelaksanaan program pembelajaran di MI (ICP) Nurul Ulum Bojonegoro ini, materi pembelajarannya diklasifikasikan dalam dua kategori. Yaitu Kategori bidang Materi Pelajaran Umum dan Kategori bidang Materi Pelajaran Keagamaan. Materi Pelajaran Umum meliputi pelajaran; Math, Eanglish, Science, Sosials, Civics, Art, dan Java. Bahasa yang dipergunakan dalam penyampaian materi umum ini menggunakan bahasa Inggris. Materi Pelajaran Keagamaan meliputi; Al-Qur’an dan Hadist, Fiqh, Islamic Knowledge, Aqidah Ahklak, dan Arabic Language. Bahasa yang dipergunakan dalam penyampaian materi tersebut menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Model pembelajaran pada lembaga pendidikan di MI (ICP) Nurul Ulum Bojonegoro secara kronologis sebagaimana berikut : Siswa dating pada sebelum jam 7 dengan disambut oleh guru piket penyambut siswa, tepat pada pukul 7 semua siswa masuk kelas untuk melakukan pembiasaan sholat dhuha, Berikutnya semua siswa mendapatkan modal dalam bentuk koin. Koin ini sebagai penyemangat belajar siswa. Bila siswa melanggar aturan yang ada di madrasah ini maka koin yang ada akan berkurang sesuai dengan jenis pelanggarannya, namun bila siswa berprestasi akan mendapatkan tambahan koin lagi sesuai dengan jenis prestasinya. Jumlah guru dalam masing-masing kelas ada 2 orang guru. 1 guru pemapar materi (teacher) dan 1 guru pendamping (co-teacher) yang bertugas membantu semua siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada pukul 11.00 WIB semua siswa bersiap-siap untuk cuci tangan bersama dan menuju tempat makan. Dalam program makan bersama ini guru membimbing bagaimana adab makan yang baik menurut kaidah agama Islam sebagaimana Sunnah Rosul. Mulai dari doa akan makan, sikap makan yang tenang, menggunakan tangan kanan bila makan, doa setelah makan. Dan dilanjutkan dengan mencuci tangan dan membersihkan tempat makan sendiri dengan dasar bahwa siswa bertanggung jawab dengan tempat makan yang kotor, dan dengan konsekwen harus membersihkan tempat makannya sendiri untuk pembiasaan dan latihan kebersihan. Setelah itu siswa segera berwudlu bersama dengan pengamatan guru secara teliti tentang tatacara berwudlu secara benar, mulai dari doa sebelum wudlu, melakukan rukun wudlu berikut syarat sahnya wudlu dan hingga doa setelah wudlu. Siswa segera menuju ke tempat sholat dengan berdoa sebelum masuk ruangan, segera mengambil urutan untuk mengaji Al-Quran, setelah itu semua siswa segera mengambil barisan yang lurus untuk mengikuti jamaah sholat dhuhur. Kemudian semua siswa berdoa bersama, bersalaman dengan teman dan menuju tempat yang disukai untuk mengisi waktu beristirahat. Di sini siswa tetap dalam pengawasan guru. 1 guru melakukan pengawasan dalam kelas, dan 1 guru untuk melakukan pengawasan di halaman, dengan tujuan interaksi social siswa dengan teman-temannya dapat terpantau dengan baik, terutama terapan penggunaan bahasa Inggris sebagai media komunikasi antar siswa. Kemudian tepat pada pukul 13.00 WIB. Memasuki materi pembelajaran keagamaan selama 1 jam. Pada pukul 14.00 WIB semua siswa dipersilahkan pulang dengan diantar hingga gerbang luar kepada para penjemput siswa oleh guru. Guru menunggu sampai siswa yang terakhir untuk dijemput belum dapat meninggalkan madrasah/sekolah. Di samping itu ada beberapa program sekolah yang terkait dengan pengkayaan pengetahuan siswa berupa: 1). Wawasan ke-Islaman. Program ini siswa langsung diajak menuju lokasi seperti tempat-tempat bersejarah dalam awal penyebaran Islam di tanah Jawa, seperti ke makam-makam para wali, maupun ke para pejuang Islam yang lainnya. Dengan tujuan siswa dapat menghayati proses masuknya agama Islam ini masuk di tanah Jawa. 2). Pengenalan Profesi. Siswa diajak melihat langsung bidang-bidang profesi yang ada pada sekelilingnya, misalnya ke tempat kerja bapak Bupati, ke tempat kerja para anggota Dewan Perwakilan Rakyat, kantor Pos, Puskesmas, Pasar tradisional, Supermarket, dan seterusnya dalam bidang profesi yang lainnya. 3). Out Bond. Di sini siswa dikembangkan potensinya secara kreatif dalam pembelajaran baik dari sisi kognetif, afektif, psikomotoriknya. Disamping itu secara rekreatif untuk merefresh baik dari lahir dan batin siswa sehingga begitu mengikuti pembelajaran di madrasah/sekolah siswa dalam keadaan segar kembali. 4). Bakti Sosial. Setiap setahun sekali para siswa dengan melibatkan orang tua/wali siswa mengumpulkan sembako pada bulan Ramadhan untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya secara langsung oleh siswa. Dengan asumsi kelak para siswa menjadi orang yang dermawan, tidak terlalu cinta pada keduniaan. Justru dengan menguasai dunia dia dapat memanfaatkan secara optimal untuk beribadah kepada Allah. Tentang kewajiban zakat misalnya, belum lagi sedekah, infak dan seterusnya. Ini semua perlu latihan dalam pembiasaan. Dalam keseharian belajar (in-door) para siswa menggunakan worksheet yang telah dipersiapkan oleh para guru sesuai dengan bidang studinya. Jadi seluruh siswa cukup memperhatikan informasi ataupun instruksi cara pengerjaan worksheet, baik informasi dari internet yang dipancarkan menggunakan projector atau bahan peraga praktikum yang telah dipersiapkan baik oleh siswa maupun guru pengajar. Hal tersebut ternyata jauh lebih efektif karena para siswa lebih merasa masuk dalam konteks materi ajar, lebih nyaman dan serius, sehingga efek pengerjaan tugas jauh lebih relative cepat daripada system pengajaran konfensional. Sistem penilaian yang diterapkan di MI (ICP) Nurul Ulum Bojonegoro, meliputi beberapa aspek penilaian; kognitif, afektif, psikomotoarik, keagamaan, perolehan koin, kreatifitas, pembiasaan. Sehingga system perengkingan juga disesuaikan dengan pengembangan potensi dalam indicator masing-masing pengembangan pada diri para siswa. Melalui system penilaian semacam ini dapat terpantau potensi siswa dalam beberapa aspek pengembangannya, baik dari sisi kecerdasan, emosional, kesadaran social, kemandirian dan dasar-dasar spiritual.